Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) memberikan pelatihan dasar pemasaran produk pertanian kepada pekerja migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada 14 hingga 18 Juli 2023 lalu bertempat di Kota Ansan, Korea Selatan. FEB UI bekerja sama dengan FarmHill Academy serta menggandeng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dalam kegiatan tersebut.
Dekan FEB UI Teguh Dartanto mengatakan, program ini adalah bentuk kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) yang merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi selain pendidikan dan penelitian. Pengmas internasional ini merupakan salah satu program unggulan FEB UI yang diinisiasi oleh Teguh sendiri. Pengmas internasional ini bertemakan pemasaran produk hasil pertanian di Kota Ansan, Korea Selatan. Kegiatan inovatif ini bertujuan untuk memberdayakan PMI.
Bawaslu: Logistik Pemilu 2024 Trenggalek Tak Bisa Didistribusikan Sebelum Surat Suara Rusak Diganti Temukan 12.183 Surat Suara Pemilu 2024 Rusak, KPU Samarinda Bakal Lakukan Penyortiran Ulang Tampang Antoni Sitorus, DPO Polda Sumut terkait Pencurian Arus Listrik PLN melalui Tambang Bitcoin
1.012 Surat Suara DPRD Bontang Dapil 1 dan 2 Rusak Jelang Pemilu 2024 Akan Coblos 5 Surat Suara, Perhatikan Warnanya saat Mencoblos Alexander Isak Menandatangani, Pengganti Partey, Frimpong Rilis Skenario Transfer Impian Arsenal
Kunci Jawaban PAI Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 152 153 154, Bab 6: Ayo Berlatih Halaman 4 “Pemberdayaannya yaitu dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan pemasaran. Tujuannya menginspirasi mereka untuk berwirausaha dan mengoptimalkan potensi pertanian hidroponik sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan,” kata Teguh dalam keterangan, Selasa (8/8/2023). Dengan menggandeng Farmhill Academy, pekerja migran diberikan bekal terkait strategi pemasaran yang efektif, mengidentifikasi pangsa pasar yang potensial, mengenali kebutuhan konsumen, dan cara meningkatkan daya saing produk pertanian.
Lebih lanjut lagi, kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi juga memberi kesempatan para pekerja migran untuk berkolaborasi dalam pemasaran bersama. Akses pasar dan identifikasi konsumen potensial merupakan tantangan utama yang umumnya dihadapi oleh para pekerja migran. “FEB UI dan Famhill Academy juga berkomitmen memberikan pendampingan dan bantuan dalam membangun jejaring bisnis yang kuat dan saling mendukung. Sehingga dapat mencapai efisiensi yang lebih tinggi dalam distribusi produk pertanian mereka,” lanjut Teguh. Menurut Teguh, Pengmas bertujuan untuk membuka peluang baru bagi para PMI di Korea Selatan.
Sebab, PMI di Korea Selatan sering menghadapi tantangan dalam mencari sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan setelah kembali ke Indonesia. “Pemberian pelatihan dasar pemasaran produk pertanian ini ditujukan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan pemasaran sederhana produk pertanian kepada peserta pekerja migran,” tuturnya. Sementara itu, Alif salah seorang peserta mengapresiasi Upaya kolaborasi ketiga pihak tersebut.
Dia berharap kegiatan ini berkesinambungan karena sangat bermanfaat bagi PMI sepertinya. “Kami jadi punya wawasan baru terutama belajar cara–cara pemasaran produk pertanian yang bagi kami sebagai pekerja migran masih sangat awam. Hidup di negara orang memang terlihat sulit, tetapi kegiatan membuka pikiran kami dan manfaatnya yang luar biasa. Semoga nanti bisa berlanjut. Mantap lah,” ujar Alif.