Mendongkrak minat masyarakat untuk ikut program konversi sepeda motor konvensional ke listrik, pemerintah menambah besaran subsidi dari Rp 7 juta menjadi Rp 10 juta. Pengamat Otomotif sekaligus Peneliti LPEM UI Riyanto, mengatakan program konversi sepeda motor tidak diminati oleh masyarakat. Masalah lainnya ialah keterbatasan bengkel bersertifikasi hingga proses sertifikasi yang memakan waktu cukup lama dirasa tidak efektif.
"Proses sertifikasi juga lama, memakan waktu. Mereka yang sepeda motornya satu kan selama proses konversi menggunakan apa," ujarnya. Riyanto menyarankan program konversi diganti dengan metode trade in atau tukar tambah. Langkah ini perlu di kaji untuk mengakselerasi adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Ya Allah! Bocah di Banyuwangi Tewas Tergantung di Kandang Sapi, Tontonan Terakhir di YouTube Disorot
Laga Ini Akan Jadi Penentu Scudetto Liga Italia Serie A Kampanye di Kabupaten Lamongan, AHY Diwaduli Petani Soal Pupuk Langka Lomba Simulator MotoGP Pertamina Enduro: 4 Pembalap Pemula Hingga Pro Bersaing Nonton MotoGP
Tangis Pinkan Mambo Ingat Perlakuan Keluarga Arya Khan, Ibu Michelle Ketakutan: Bakal Dibuang Halaman 4 Kota Bekasi Jadi Daerah Prioritas Kampanye TKD Jawa Barat Prabowo Gibran Dalam 20 Hari Terakhir Ramalan Zodiak Keuangan Besok 25 Januari 2024 Capricorn Keuntungan Finansial, Scorpio Hari Sibuk
Kunci Jawaban PAI Kurikulum Merdeka Kelas 5 SD Halaman 152 153 154, Bab 6: Ayo Berlatih Halaman 4 "Kalau mau sih program tukar tambah aja (trade in) ya. Jadi sepeda motor lama diharga sesuai harga pasar untuk ditukar ke sepeda motor listrik," terangnya.